5 Hal yang Membedakan Traveller dan Shoppaholic

5 Hal yang Membedakan Traveller dan Shoppaholic

Pernahkah kalian berpergian? Melancong, atau sebatas touring? Hampir seluruh orang paling senang dengan pekerjaan ini. Tapi pernahkah kalian ditodong oleh seorang teman, keluarga, atau preman guna dimintai oleh-oleh? Sebenarnya apasih yang menciptakan mindset anda menyangka bahwa traveller sama laksana pebelanja? Kini kalian butuh tahu, perbedaan traveller dan shoppaholic supaya lain kali kalian tidak salah todong pada rekan kalian.

1. Traveller modal baju, tas, dan peta. Shoppaholic modal fulus dan dompet.
wanita (tidak) tidak jarang kali shoppaholic?

Traveller yang passion-nya memang jalan-jalan, visit-visit, dan explore ternyata ialah manusia sederhana. Mereka melulu bermodal baju, tas, peta, dan sejumlah uang saja. Tujuan mereka jelas, yaitu mendatangi suatu tempat, menikmatinya, dan mensyukuri ciptaan Tuhan itu. Mereka melulu mendapat feedback berupa hakikat dan kesenangan jiwa. Maka tak jarang semua traveller mempunyai kebahagiaan lebih dan berumur panjang. Ada pula yang menyebut semua traveller bisa tahan lama muda.

Beda halnya dengan semua shoppaholic, mereka bermodal isi kantong yang berisi fulus atau kartu kredit yang bisa menjinakkan mata melihat barang-barang khas mall. Jika dibandingkan, shoppaholic pun adalahkepuasan batin. Namun, bedanya traveller mendapat empiris dan pengetahuan sementara shoppaholic mendapat barang yang diinginkannya.

2. Traveller jelajah sekian banyak tempat, Shoppaholic kunjungi tidak sedikit mall.
Sudahkah anda ke sini?

Traveller bukan sekedar insan yang tidak memiliki kegiatan lantas pergi kemana saja. Justru kegiatan mereka ialah saat mereka menjelajahi sebuah tempat bareng kelompok travellernya. Seorang yang benar-benar berjiwa traveller tidak bakal pernah merasa melemparkan waktu, lelah, dan sia-sia ketika mereka telah menjangkau tujuan utamanya. Traveller tidak jarang kali merasa bangga ketika ia dapat menakhlukan dirinya sendiri dan menggapai cita-citanya.

Shoppaholic pun mempunyai destinasi utama. Bedanya destinasi ini ialah mall-mall besar yang menyediakan sekian banyak macam barang bermerk. Tentu semua shoppaholic bakal berkeliling sampai ke ujung dunia guna mendapat barang yang diinginkan. Jadi tak hayal andai para shoppaholic rela terbit masuk mall satu ke mall beda untuk menggali barang tertentu, walaupun hasilnya nol.

3. Traveller mengumpulkan cerita, Shoppaholic tukang koleksi barang branded
Apa yang anda punya?

Bagi kalian semua traveller, tidak sedikit cerita yang kalian bawa kembali dan empiris yang tiada duanya. Traveling memang menyenangkan, namun kalian butuh tahu bahwa traveling tidak selalu membawa barang sepulangnya. Justru yang sangat penting ialah cerita berharga dan empiris yang didapat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa shoppaholic ialah seorang tukang koleksi andal. Kemampuan memilih dan memilah barang yang original dan KW menjadi titik penentu apakah orang itu memang seorang shoppaholic atau bukan. Shoppaholic yang berbelanja tidak sedikit barang menciptakan mereka menjadi seorang tukang koleksi barang mahal dan branded yang belum pasti ia gunakan. Jadi kebayang dong yaa, punya pacar seorang shoppaholic tentu punya tempat individu buat barang-barangnya.

4. Traveller ialah seorang visioner, Shoppaholic ialah seorang voters
Kemana anda akan pergi?

Bagi semua traveller, perencanaan ialah hal penting. Akan kemana, kapan, dan bagaimana kita ketika di sana ialah sebuah perencanaan yang mesti benar-benar matang. Tapi untuk sebagian traveller yang telah andal, perencanaan melulu mengenai transportasi dan perangkat survive supaya selamat sampai pulang. Maka tak dapat disangkal bahwa seorang traveller mempunyai pemikiran yang maju dan berwawasan luas atau visioner.

Sedangkan seorang shoppaholic ialah seorang pemilih casinoroyal7 . Para penikmat mall tidak jarang kali pandai memilih barang yang berkeinginan dibeli. Ini bukan suatu kekurangan, namun ini pun kelebihan dari seorang shoppaholic yang memang jarang terpedaya dengan barang KW. Jadi terdapat untungnya dong punya temen shoppaholic, dapat jadi detector barang KW, kan? wkwkwk

5. Traveller bawa kembali baju kotor, Shoppaholic bawa kembali oleh-oleh
Minta oleh-olehnya woy!!

Buat kalian yang punya teman, pacar, family yang kegemaran traveling, tidak boleh sekali-kali mohon oleh-oleh. Nanti bukannya diberi makanan atau barang, kalian justeru dikasih baju kotor. Hmm mengapa ya? Nah seorang traveller bukanlah pebelanja. Traveller melulu menikmati perjalanan guna kepuasan batinya. Jika kalian memang mengharapkan oleh-oleh dari seorang traveller, suruh saja ia bercerita, tentu seru!

Beda dengan shoppaholic yang selalu membawa kantong barang seusai berbelanja. Sekalipun barang tersebut tak diperlukan, tapi tidak jarang kali membeli. Jadi, orang yang layak kalian todong guna memberi oleh-oleh ialah seorang shoppaholic, bukan traveller ya!!

Nah, udah tau kan mengapa seorang traveller kadang risih bila ditodong kalian yang kadang maksa mohon oleh-oleh. Jadi, bila kalian inginkan tau gimana sih kehidupannya traveller, ikut aja sesekali traveling bersama sahabat atau family kalian. Rasa-rasanya pasti lain sama pebelanja kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *